2 Gejala Silent Heart Attack yang Jarang Diketahui
Serangan jantung diam atau silent heart attack seringkali terjadi tanpa gejala klasik seperti nyeri dada yang hebat. Kondisi ini membuat banyak orang mengabaikannya, padahal dampaknya bisa serius hingga mengancam nyawa. Menurut para ahli kardiologi, mengenali tanda-tanda awal sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
1. Kelelahan Ekstrem Tanpa Penyebab Jelas
Ahli jantung menekankan bahwa kelelahan yang muncul tiba-tiba dan berlebihan bisa menjadi gejala awal silent heart attack. Penderita mungkin merasa lemas, lesu, dan kehilangan energi saat melakukan aktivitas ringan. Berbeda dengan kelelahan biasa akibat kurang tidur atau stres, kondisi ini sering di sertai denyut jantung tidak teratur dan napas pendek saat beraktivitas.
Ahli menyarankan untuk segera memeriksakan diri jika kelelahan berlangsung lebih dari beberapa hari tanpa penyebab yang jelas. Pemeriksaan laboratorium, elektrokardiogram (EKG), dan pemindaian jantung bisa membantu mendeteksi serangan jantung yang tidak menimbulkan gejala klasik.
Baca Juga: Penyebab dan Risiko Microsleep yang Sering Terabaikan
2. Nyeri Ringan di Dada, Punggung, atau Lengan
Serangan jantung diam tidak selalu memunculkan nyeri dada hebat. Ahli kardiologi menegaskan bahwa rasa tidak nyaman ringan di dada, punggung, rahang, atau lengan kiri sering di abaikan. Gejala ini kadang muncul sebagai sensasi terbakar, tekanan ringan, atau rasa penuh di area dada yang hilang-timbul.
Seringkali, orang mengaitkan sensasi ini dengan gangguan pencernaan, nyeri otot, atau kelelahan biasa. Padahal, mengabaikannya bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin menjadi kunci untuk mencegah risiko komplikasi.
Mengapa Silent Heart Attack Berbahaya
Ahli jantung menekankan bahwa silent heart attack berbahaya karena sering terlambat terdeteksi. Tanpa peringatan klasik seperti nyeri dada hebat, penderita cenderung menunda pemeriksaan medis. Akibatnya, risiko gagal jantung, aritmia, atau kematian mendadak meningkat.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa penderita silent heart attack memiliki tingkat kematian lebih tinggi di bandingkan serangan jantung yang terdeteksi lebih awal. Oleh karena itu, mengenali gejala ringan dan tidak biasa menjadi langkah preventif yang sangat penting.
Cara Mencegah dan Mengenali Risiko
Ahli menyarankan beberapa langkah untuk mencegah silent heart attack. Pertama, kontrol tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol secara rutin. Kedua, hindari merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan pola makan tidak sehat. Ketiga, perhatikan tanda-tanda tubuh yang tidak biasa, termasuk kelelahan ekstrem dan nyeri ringan di dada atau punggung.
Pemeriksaan jantung tahunan juga di anjurkan, terutama bagi orang dengan faktor risiko seperti usia di atas 50 tahun, riwayat keluarga dengan penyakit jantung, obesitas, atau tekanan darah tinggi. Deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah kerusakan jantung permanen.
Kesimpulan
Silent heart attack sering diabaikan karena gejalanya ringan atau tidak khas. Kelelahan ekstrem dan nyeri ringan di dada, punggung, atau lengan merupakan tanda paling umum yang harus diperhatikan. Ahli kardiologi menekankan pentingnya pemeriksaan medis segera jika gejala muncul tanpa penyebab jelas. Dengan mengenali risiko dan menjalani pemeriksaan rutin, setiap orang dapat mencegah dampak serius yang ditimbulkan oleh serangan jantung diam.