Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Rusak Pendengaran
Pendengaran adalah salah satu indra penting yang sering kita abaikan. Kebiasaan sehari-hari bisa secara perlahan merusak telinga, bahkan sebelum kamu menyadarinya. Banyak orang tidak menyadari bahwa rutinitas sederhana, dari penggunaan earphone hingga kebiasaan tertentu di rumah, dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen. Berikut sembilan kebiasaan yang perlu diwaspadai.
1. Mendengarkan Musik dengan Volume Tinggi
Menggunakan earphone atau headphone dengan volume tinggi menjadi aktivitas umum, terutama saat bepergian atau bekerja. Volume di atas 85 desibel dalam waktu lama dapat merusak sel-sel rambut di koklea, bagian penting telinga dalam. Akibatnya, risiko tuli sementara atau permanen meningkat. Cara aman adalah menerapkan aturan 60/60: 60% volume selama maksimal 60 menit.
2. Terlalu Sering Menggunakan Earphone
Selain volume, durasi pemakaian earphone juga berpengaruh. Menggunakan earphone berjam-jam setiap hari menimbulkan tekanan pada telinga bagian dalam. Seringkali, hal ini membuat telinga lebih sensitif terhadap suara keras di kemudian hari. Mengistirahatkan telinga secara berkala bisa mengurangi risiko kerusakan.
Baca Juga: Efek Fatal Terlambat Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal
3. Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud
Cotton bud mungkin terasa bersih, tetapi sebenarnya dapat mendorong kotoran lebih dalam ke saluran telinga. Tekanan yang berulang juga berisiko merusak gendang telinga. Cara aman adalah membersihkan telinga dari luar saja, atau menggunakan obat tetes pembersih yang direkomendasikan dokter.
4. Terpapar Suara Bising Tanpa Pelindung
Suara bising dari konser, mesin, atau area konstruksi bisa merusak pendengaran jika tidak ada perlindungan. Paparan suara lebih dari 85 desibel dalam waktu lama meningkatkan risiko kehilangan pendengaran sensorineural. Gunakan penutup telinga atau earplug saat berada di lingkungan bising.
5. Mengabaikan Infeksi Telinga
Infeksi telinga, baik akut maupun kronis, dapat menimbulkan peradangan dan kerusakan pada telinga tengah atau dalam. Mengabaikan gejala seperti nyeri, keluarnya cairan, atau gangguan pendengaran bisa memperburuk kondisi. Segera konsultasikan ke dokter bila gejala muncul.
6. Merokok
Rokok bukan hanya merusak paru-paru, tetapi juga memengaruhi telinga. Zat kimia dalam rokok dapat mengurangi aliran darah ke telinga, melemahkan sel-sel pendengaran, dan meningkatkan risiko tinnitus. Menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu melindungi pendengaran.
7. Menunda Pemeriksaan Pendengaran
Banyak orang menunda memeriksa pendengaran karena merasa masih normal. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih parah. Pemeriksaan rutin minimal setahun sekali dianjurkan, terutama bagi mereka yang sering terpapar suara bising.
8. Menggunakan Obat-obatan Tertentu Tanpa Konsultasi
Beberapa obat, termasuk antibiotik tertentu dan obat antiinflamasi, memiliki efek samping ototoksik yang bisa merusak pendengaran. Mengonsumsi obat tanpa arahan dokter atau mengabaikan dosis dapat meningkatkan risiko kerusakan telinga.
9. Terlalu Sering Mengalami Stres
Stres kronis tidak hanya memengaruhi mental, tetapi juga fisik, termasuk telinga. Penelitian menunjukkan bahwa stres berlebihan dapat memicu tinnitus atau gangguan pendengaran sementara. Relaksasi, olahraga, dan tidur cukup bisa membantu meminimalkan risiko.
Menjaga pendengaran membutuhkan kesadaran dan tindakan sederhana sehari-hari. Menghindari kebiasaan berisiko, menggunakan pelindung saat dibutuhkan, dan rutin memeriksakan telinga dapat menjaga kualitas pendengaran hingga usia lanjut. Jangan tunggu masalah muncul, karena pencegahan selalu lebih efektif daripada pengobatan.
