Kolang-kaling dan Tulang: Fakta Menurut Dokter Gizi
Kolang-kaling sering muncul sebagai camilan segar selama bulan Ramadan atau bahan campuran es buah. Namun, sebagian orang percaya bahwa kolang-kaling bisa membantu memperkuat tulang. Apakah klaim ini benar? Kami mengulas fakta dari sudut pandang medis dan gizi.
Kandungan Gizi Kolang-kaling
Kolang-kaling berasal dari biji pohon aren yang telah di olah menjadi buah kenyal berwarna putih. Dokter gizi menyebut kolang-kaling kaya akan serat, rendah kalori, dan mengandung mineral tertentu. Mineral yang paling sering di perbincangkan terkait kesehatan tulang adalah kalsium dan fosfor. Kalsium berperan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang, sedangkan fosfor membantu penyerapan kalsium oleh tubuh.
Meski kolang-kaling memiliki kalsium, kandungannya tidak sebanding dengan sumber kalsium utama seperti susu, keju, atau ikan bertulang lunak. Oleh karena itu, kolang-kaling lebih tepat di kategorikan sebagai pelengkap, bukan pengganti, sumber kalsium utama.
Baca Juga: Cara Ampuh Mengatasi Gejala Anxiety Sehari-hari
Perspektif Dokter Gizi
Menurut dr. Intan Maharani, ahli gizi di Jakarta, kolang-kaling memang mengandung mineral yang mendukung kesehatan tulang, tetapi efeknya terbatas jika di konsumsi sendiri. Ia menjelaskan, “Kolang-kaling bisa membantu menambah asupan serat dan sedikit kalsium, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian kalsium tubuh, terutama untuk anak-anak dan lansia yang memerlukan lebih banyak kalsium.”
Dr. Intan menambahkan bahwa kalsium dari kolang-kaling lebih mudah diserap jika di kombinasikan dengan vitamin D. Vitamin D sendiri membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan. Tanpa vitamin D, konsumsi kalsium berlebih tidak akan maksimal dalam membangun atau memperkuat tulang.
Cara Konsumsi yang Tepat
Untuk mendapatkan manfaat kolang-kaling bagi tulang, dokter gizi menyarankan beberapa langkah praktis:
-
Kombinasikan dengan sumber kalsium lain – Misalnya, kolang-kaling bisa di campur dengan susu atau yogurt.
-
Perhatikan jumlah konsumsi – Satu porsi kolang-kaling (sekitar 50 gram) sudah cukup sebagai pelengkap, jangan terlalu banyak karena kandungan gula dari sirup bisa menambah kalori.
-
Tambahkan vitamin D – Bisa melalui sinar matahari pagi atau makanan seperti telur dan ikan berlemak.
-
Jaga pola makan seimbang – Kolang-kaling hanya salah satu bagian dari diet sehat yang mendukung tulang. Sayur, buah, protein, dan biji-bijian juga penting.
Manfaat Lain Kolang-kaling
Selain potensi mendukung kesehatan tulang, kolang-kaling juga memberikan beberapa manfaat lain. Seratnya membantu pencernaan, menurunkan risiko sembelit, dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Kolang-kaling rendah lemak, sehingga aman dikonsumsi sebagai camilan ringan bagi orang yang sedang mengatur berat badan.
Kesimpulan
Kolang-kaling bisa menjadi tambahan yang menyenangkan untuk diet sehat, tetapi tidak cukup kuat untuk dijadikan sumber utama kalsium. Dokter gizi menekankan pentingnya kombinasi makanan kaya kalsium, vitamin D, dan gaya hidup aktif untuk kesehatan tulang optimal. Jadi, kolang-kaling baik, tetapi tetap harus diimbangi dengan asupan gizi lengkap.
Mengonsumsi kolang-kaling sebagai camilan atau bagian dari hidangan penutup bisa bermanfaat, asalkan tidak menggantikan sumber kalsium utama. Dengan strategi ini, tulang tetap terjaga, pencernaan sehat, dan camilan tetap menyenangkan.
